Jumat, 03 Desember 2010

KONFLIK DALAM ORGANISASI

Dalam sebuah organisasi, seringkali terjadi sebuah konflik baik disengaja ataupun secara tidak sengaja. Dan hal tersebut wajar terjadi mengingat dalam suatu organisasi. Tidak hanya satu atau dua pemikiran yang saling beradu, tapi beberapa pemikirian dan pendapat yang saling campur aduk dalam suatu Organisasi.
Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya konflik ialah sebagai berikut:
a.    Komunikasi
Komunikasi memang sesuatu hal yang harus dioerhatikan dalam berorganisasi. Tanpa adanya suatu komunikasi, suatu organisasi akan hancur. Oleh karena iu, kita harus terus menjaga komunikasi dengan sesama anggota dalam berorganisasi.
b.    Struktur
Struktur dalam hal ini dimaksudakan sebagai pembagian tugas kerja berdasarkan jabatan yang dimiliki atau ditanggung oleh tiap individu dalam organisasi. Jika tidak terdapat struktur atau pemetaan tugas dan kewajiban yang jelas. Buka tidak mungkin suatu Organisasi akan hancur karenanya.
c.    Kepentingan Pribadi
Kepentingan Pribadi merupakan salah satu faktor penting dalam timbulnya suatu konflik dalam organisasi. Seseorang yang sudah mementingkan kepentingan pribadi dibandingkan kepentingan bersama atau organisasi. Lambat laun akan merusak dan menimbulkan konflik dalam Organisasi tersebut.

Namun dari beberapa faktor di atas, menurut beberapa ahli. Faktor lain yang tidak kalah penting yang menjadi faktor dalam timbulnya suatu konflik dalam Organisasi ialah sebagai berikut
a.    Ketidak jelasan peran dalam organisasi
b.    Persaingan terhadap sumberdaya yang terbatas
c.    Permasalahan komunikasi
d.    Konflik yang bercabang, dsb.

STRUKTUR ATAU SKEMA ORGANISASI

Struktur Organisasi adalah susunan dan hubungan-hubungan antar komponen bagian-bagian dan posisi-posisi dalam suatu organisasi, komponen-komponen dalam tiap organisasi memiliki ketergantungan. Sehingga jika suatu komponen baik. Maka akan berpengaruh pada komponen lainnya dan organisasi tersebut.
Menurut Keith Davis ada 6 bagan bentuk struktur organisasi yaitu :
 1.       Bentuk Vertikal
Dalam bentuk ini, sistem organisasi pimpinan sampai organisasi atau pejabat yang lebih rendah digariskan dari atas ke bawah secara vertikal.
 2.       Bentuk Mendatar / Horizontal
Dalam bentuk ini, saluran wewenangnya dari pucuk pimpinan sampai dengan satuan organisasi atau pejabat yang terendah disusun atau digariskan dari kiri kea rah kanan atau sebaliknya.
 3.       Bentuk Lingkaran
Dalam bentuk lingkaran, saluran wewenangnya dari pucuk pimpinana sampai dengan satuan organisasi atau pejabat yang terendah disusun dari pusat lingkaran ke aarah bidang lingkaran.
 4.       Bentuk Setengah Lingkaran
Dalam bentuk ini, saluran wewenang dari pucuk pimpinan sampai dengan satuan organisasi atau pejabat yang terendah disusun dari pusat lingkaran kea rah bidang bawah lingkaran atau sebaliknya
 5.       Bentuk Elliptical
Dalam bentuk ini, saluran wewenangnya dari pucuk pimpinan sampai dengan satuan organisasi atau pejabat yang terendah digambarkan dengan pusat Elips kearah bidang elips
 6.       Bentuk Piramid terbalik
Dalam bentuk ini, saluran wewenang dari pucuk pimpinan sampai dengan organisasi atau pejabat terendah digambarkan dalam susunan berbentuk piramid terbalik.

TIPE DAN BENTUK ORGANISASI

Type organisasi d antaranya ialah
a.       Piramid mendatar (flat)
Type piramid mendatar memiliki ciri-ciri antara lain ialah:
·         memiliki jumlah organisasi yang tidak banyak sehingga tingkat-tingkat hirarki kewenangan sedikit.
·         Jumlah pekerja (bawahan) yang harus dikendalikan cukup banyak
·         Pada jumlah jabatan sedikit sebab tingkat tingkat relatifnya kecil

b.      Piramid terbalik
Pada jenis organisasi ini, jumlah jabatan pimpinan lebih besar dari pada jumlah pekerja. Dan organisasi ini cocok untuk jenis organisasi fungsional yang pengangkatan pegawainya berdasarkan atas jabatan fungsional.

c.       Type kurucut
Type kerucut memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
·         Jumlah satuan organisasi banyak sehingga tingkat-tingkat hirarki/kewenangan banyak
·         Rentang kendali sempit terhadap wawasan
·         Pelimpahan wewenang dan tanggungjawab dapat dilakukan sampai kepada
pejabat/pimpinan yang bawah/rendah
·         Jarak antara pimpinan tingkat atas dengan pimpinan tingkat bawah terlalu jauh
Bentuk-bentuk organisasi :
·         Bentuk Organisasi Staff
·         Bentuk Organisasi Lini
·         Bentuk Organisasi Fungsional
·         Bentuk Organisasi Fungsional dan Lini
·         Bentuk Organisasi Fungsional dan Staff
·         Bentuk Organisasi Lini dan Staff

ORGANISASI DAN METODE

Organisasi ialah sekelompok individu yang meiliki tuhuan dan cita-cita yang sama. Dalam hal ini, ada banyak pemahaman tentang teori organisasi. Menurut beberapa ahlia di antaranya
1.       Prof Dr. Sondang P. Siagian, mendefinisikan bahwa “organisasi ialah setiap bentuk persekutuan antara dua orang atau lebih yang bekerja bersama serta secara formal terikat dalam rangka pencapaian suatu tujuan yang telah ditentukan dalam ikatan yang mana terdapat seseorang / beberapa orang yang disebut atasan dan seorang / sekelompok orang yang disebut dengan bawahan.” 

2.       Drs. Malayu S.P Hasibuan mengatakan “organisasi ialah suatu sistem perserikatan formal, berstruktur dan terkoordinasi dari sekelompok yang bekerja sama dalam mencapai tujuan tertentu. Organisasi hanya merupakan alat dan wadah saja.”
3. Prof. Dr. Mr Pradjudi Armosudiro mengatakan “organisasi adalah struktur pembagian kerja dan struktur tata hubungan kerja antara sekelompok orang pemegang posisi yang bekerjasama secara tertentu untuk bersama-sama mencapai tujuan tertentu

3.       Stoner mengatakan bahwa organisasi adalah suatu pola hubungan-hubungan yang melalui mana orang-orang di bawah pengarahan atasan mengejar tujuan bersama

4.       James D. Mooney mengemukakan bahwa organisasi adalah bentuk setiap perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersama.

Dari beberapa pendapat di atas, dapat kita simpulkan bahwa sebuah organisasi dapat terbentuk karena dipengaruhi oleh beberapa faktor – faktor sebagai berikut
a.       penyatuan visi dan misi serta tujuan yang sama dengan perwujudan eksistensi sekelompok orang tersebut terhadap masyarakat.
b.      Orang-orang yang ada di dalam suatu organisasi mempunyai suatu keterkaitan yang terus menerus
Sedangkan Metode berasal dari Bahasa Yunani “Methodos’’ yang berarti cara atau jalan yang ditempuh. Sehubungan dengan upaya ilmiah, maka metode menyangkut masalah cara kerja untuk dapat memahami objek yang menjadi sasaran ilmu yang bersangkutan. Fungsi metode berarti sebagai alat untuk mencapai tujuan.
Adapun ciri-ciri dari Metode adalah:
• Metode kualitatif cenderung subyektif dalam menentukan masalah dan perumusan masalah dan dalam deskripsi lebih banyak menggunakan data yang bersifat trend.
• Menjabarkan suatu masalah pada rumusan itu.

Sehingga dapat diambil seuatu pengertian menyeluruh tentang organisasi dan metode sabagai Rangkaian proses kegiatan yang harus dilakukan untuk meningkatkan kegunaan segala sumber dan faktor yang menentukan bagi berhasilnya proses manajemen terutama dengan memperhatikan fungsi dan dinamika organisasi atau birokrasi dalam rangka mencapai tujuan yang sah ditetapkan

PROSES PENGAMBILAN KEPUTUSAN DALAM SUATU ORGANISASI

Pengambilan keputusan dalam berorganisasi merupakan suatu hal yang penting untuk diperhatikan dalam berorganisasi. Dalam hidup berorganisasi yang etrdiri dari beberapa individu yang memiliki cara pandang serta pemikiran yang benerka ragam. Perlu adanya suatu kata mufakat agar organisasi dapat berjalan sebagaimana mestinya. Untuk itu perlu diperhatikan proses pengambilan keputusan dalam berorganisasi. Adapun metode atau proses pengambilan keputusan dapat kita tembuh malelui langkah-langkah berikut:
A.      Identifikasi masalah
Dalam mengambil suatu keputusan, terlebih dahulu kita harus mengetahui selub belu permasalahan yang akan kita selesaikan. Agar tidak terkadi kesalahan dalam engambilan keputusan.
B.      Mengambil alternative keputusan
Setelah kita mengetahui akar permasalahan yang tengah dihadapi, maka selanjutnya kita akan mengambil beberapa alternative pemecahan masalah terbaik yang dapat dilakukan untuk menyelesaikan masalah tersebut.
C.      Penentuan / pengambilan keputusan
Pada tahap ini, beberapa alternative penyelesaian masalah dirundingkan secara mufakat untuk mengambil keputusan terbaik dalam menyelesaikan masalah tersebut. Dalam pengambilan keputusan ini, dilakukan secara mufakat agar tidak merugikan pihak manapun.
D.      Pengawasan terhadap keputusan yang telah di ambil
Setelah keputusan di ambil, tidak serta merta semua masalah telah dipercahkan. Namun kita perlu mengawasi bahwa keputusan yang telah di ambil secara mufakat tersebut dijalankan sampai suatu masalah tersebut diselesaikan.

ORGANISASI SEBAGAI SISTEM SOSIAL SERTA CARA PANDANG ORGANISASI SEBAGAI SISTEM SOSIAL

   A.      Definisi.
Organisasi merupakan suatu kelompok orang yang memiliki tujuan yang sama. Organisasi dibentuk oleh sekumpulan individu atau masyarakat yang dalam hal ini memiliki satu tujuan dan cita-cita yang sama. Manusia sebagai makhluk sosial tidak terlepas dari rasa ketergantungan dan saling membutuhkan antar sesama sehingga menjadikan faktor terbentuknya suatu organisasi.
Dengan kata lain, organisasi sebagai sistem sosial memiliki pemahaman bahwa dalam hidup bermasyarakat, kita tidak dapat terlepas dari hukum saling tolong menolong yang dalam hal ini kita maksudkan dalam bentuk organisasi yang memiliki kebutuhan yang sama dalam kehidupan bersosial atau bermasyarakat.

   B.      Cara pandang organisasi sebagai sistem sosial.
Cara pandang organsasi sebagai sistem sosial merupakan suatu penggambaran dari cara pandang individu dalam berorganisasi. Dalam berorganisasi dikenal adanya bermacam-macam pendapat serta berbagai cara pandang, dan disitulah muncul keanekaragaman pendapat dalam berorganisasi, untuk itu perlu diadakan kesamaan cara pandang dalam berorganisasi untuk menjadikan organisasi sebagai organisasi yang mampu menampung segala aspirasi anggotanya.
Cara pandang organisasi dapat dibentuk dengan kesamaan tujuan serta cita-cita dalam organisasi. Sehingga didapat organisasi yang benar-benar berfungsi sebagai sistem sosial dalam bermasyarakat.

Selasa, 28 September 2010

Perintah Dasar Linux

Perintah dasar linux merupakan perintah-perintah yang sering digunakan dalam menjalankan sistem operasi Linux. Salah satu perintah yang paling sering digunakan ialah perintah cd (change direktori)
Perintah cd digunakan untuk masuk keluar ataupun berpindah direktori. Seperti pada contoh di bawah ini
a.      Masuk pada suatu direktory
xhevta:~# cd /home
debian:/home#
perintah di atas artinya kita akan masuk pada direktory home. Perlu di ingatkan pada saat kita masuk pada direktory utama (root, home, var, dsb) lihat tulisan sebelimnya, Direktori Pada Linux. Maka kita harus menambahkan tanda “/” pada awal direktori ex: “/home”. Namun jika kita akan masuk pada direktori selanjutnya, kita tidak perlu menambahkan “/” pada nama direktori tersebut.

b.      Berpindah pada direktory lain
debian:/home# cd /etc
debian:/etc#
Pada perintah di atas maksudnya ialah kita hendak berpindah dari direktori “/home” ke direktori “/etc”

Selain perintah di atas, ada beberapa perintah yang sekiranya wajib dikuasai dan dimengerti oleh seorang user linux, diantaranya ialah:
1. ls : melihat isi direktori yang aktif
xhevta:~# cd /home
debian:/home# ls  
menampilkan isi direktori root

2. cp : mengkopi file
xhevta:~# cp [source file] [target file]
Sebagai contoh, kita akan mengcopy file “dataku” dari direktori /home/user/documents/ menuju direktori /home/tkj/documents/. Maka kita dapat langsung menggunakan perintah di atas seperti terlihat pada contoh beriut ini.
xhevta:~# cp /home/user/documents/dataku /home/tkj/documents/dataku
Perintah diatas menunjukan bahwa file dataku yang terdapat pada direktori /home/user/documents akan di copy pada direktori /home/tkj/documents.

3. mv : memindahkan file
xhevta:~# mv [source file] [target file]
Sebagai contoh, kita akan mengcopy file “dataku” dari direktori /home/user/documents/ menuju direktori /home/tkj/documents/. Maka kita dapat langsung menggunakan perintah di atas seperti terlihat pada contoh beriut ini.
xhevta:~# mv /home/user/documents/dataku /home/tkj/documents/dataku
Perintah diatas menunjukan bahwa file dataku yang terdapat pada direktori /home/user/documents akan di pindahkan pada direktori /home/tkj/documents.

4. rm : menghapus file
xhevta:/home/user/documents# rm [nama file]
Contoh:
xhevta:/home/user/documents# rm dataku
     Perintah diatas menunjukan user akan menghapus file dataku

5. mkdir : membuat direktori
xhevta:~# mkdir [nama direktori]
Contoh:
xhevta:~# mkdir debian
Perintah diatas menunjukan user akan membuat direktori debian pada direktori utama.

6. rmdir : menghapus direktori
xhevta:~# rmdir [nama direktori]
Contoh:
xhevta:~# rmdir debian
Perintah diatas menunjukan user akan menghapus direktori debian pada direktori utama.

7. adduser : membuat user baru
xhevta:~# adduser [nama user]
xhevta:~# adduser newbie
Perintah diatas menunjukan user akan membuat user baru dengan nama newbie.

8. deluser : menghapus user
xhevta:~# adduser [nama user]
Contoh:
xhevta:~# adduser newbie
Perintah diatas menunjukan user akan membuat user baru dengan nama newbie.

9. passwd :mengubah password
xhevta:~# passwd
Perintah diatas menunjukan user akan mengganti password user yang sedang aktif.

10. ifconfig : melihat IP Address
Untuk melihat IP Address, kita dapat menggunakan perintah ifconfig
Seperti contoh di bawah ini.
xhevta:~# ifconfig
Akan tetapi, ifconfig juga dapat digunakan untuk merubah IP Address. Perhatikan langkah berikut:
xhevta:~# ifconfig [ethernet yang aktif] [IP baru yang akan dipakai]
Contoh
xhevta:~# ifconfig eth0 192.168.1.1
Perintah diatas menunjukan user akan membuat IP address 192.168.1.1
Akan tetapi, perubahan tersebut bersifat sementara. Untuk merubah IP Address secara permanen, kita dapat mengubahnya pada direktori /etc/network. Untuk cara konfigurasi IP Address tersebut, akan kita bahas pada bab selanjutnya.

11. clear : membersihkan layar
xhevta:~# clear
Perintah diatas menunjukan user membersihkan layar. Artinya layar yang tadinya penuh dengan segala konfigurasi, menjadi hilang dan hanya terdapat direktori utama pada bagian atas layar.
xhevta:~#
Tampilan layar setelah dibersihkan

12. halt : shutdown PC
Perintah ini hanya dapat dilakukan oleh super user (root) dan berfungsi untuk mematikan system / shutdown.
xhevta:~# halt

13. reboot : restart PC
Perintah ini berfungsi merestart PC
xhevta:~# reboot

14. /etc/init.d/ : restart service / paket
Perintah ini berfungsi untuk merestart service ataupun paket-paket instalasi pada Linux.
xhevta:~# /etc/init.d/[nama paket] {start/stop/restart}

Direktori pada linux

Sebagai seorang user / pengguna linux, ada baiknya kita tidak hanya bisa menggunakan Operatyng Sistemnya saja, Tetapi ada baiknya kita juga mengerti dan memahami isi dari Sistem Operasi tersebut. Berbeda halnya dengan Sistem Operasi Lain seperti, Sistem Operasi berbasis Windows maupun Mac OS. Pada Linux kita mengenal direktori. Dan beberapa Direktory yang terdapat pada sistem Linux diantaranya ialah.
§  /
Biasa disebut sebgai root direktory – sebuah direktory yang menempati posisi yang paling atas yang kemudian di ikuti oleh direktori – direktori lainnya.
§  /bin
Merupakan diektory yang berisi file binari (file executable) aplikasi yang ada di sistem operasi linux
§  /boot
Merupakan direktori yang digunakan untuk menyimpan konfigurasi dan file-file yang berhubungan dengan proses booting
§  /dev
Merupakan direktory yang digunakan untuk konfigurasi berbagai device (hardware) seperti hard disk, usb, webcam Dll.
§  /etc
Merupakan direktory yang digunakan untuk menyimpan file – file konfigurasi sitem seperti konfigurasi aplikasi, jaringan, service Dll.
§  /home
Merupakan direktory user, di dalamnya terdapat konfigurasi – konfigurasi tentang user dan tempat meyimpan data untuk user, Document & Setting kalo di sistem operasi windows
§  /lib
Merupakan Direktory yang digunakan untuk tempat penyimpanan berbagai liblary yang digunakan system
§  /mnt
Digunakan untuk tempat mount point dari media seperti usb flashdisk, hardisk, CD/DVD Room , file sharing Dll.
§  /opt
merupakan direktori yang digunakna untuk menyimpan aplikasi tambahan diluar aplikasi bawaan dari distro
§  /proc
Merupakan direktory yang digunakan untuk menyimpan informasi tentang proses system dan informasi tentang system
§  /root
Merupakan Home direktory dari user root (user administrator)
§  /sbin
Merupakan Direktory yang digunakan untuk penyimpanan file binary (executable) yang mana hanya file tersebut hanya bisa di eksekusi oleh Administrator System yang mana di sebut root
§  /usr
Merupakan direktory yang digunakan untuk penyimpanan konfiguasi aplikasi yang akan digunakan oleh user
§  /var
Merupakan direktory yang digunakan untuk penyimpanan Log system

Jumat, 26 Maret 2010

IBD bab 4

BAB IV
MANUSIA DAN CINTA KASIH

Pengertian Cinta Kasih
W,J.S. Poerwadarminta, dalam kamus umum bahasa Indonesia mengungkapkan cinta adalah rasa sangat suka (kepada) atau (rasa) sangat kasih atau tertarik hatinya. Dan kasih sebagai perasaan sayang atau cinta kepada atau menaruh belas kasihan.
Dr. Abdullah Nasih Ulwan mengungkapkan Cinta adalah perasaan jiwa dan gejolak hati yang mendorong seseorang unutuk mencintai kekasihnya dengan penuhgairah,lembut,dan kasih sayang.
Menurut Dr.Sarlito W.Sarwono cinta memiliki 3 unsur ,yaitu :
a. Keterikatan (Cinta Setia), perasaan untuk hanya bersama dia,segala preoritas untuk dia,tidak mau pergi kecuali
dengan dia.
b. Keintiman (Cinta Saudara), kebiasaan-kebiasaan dan tingkah laku yang menunjukan antara dua orang yang tak
berjarak
c. Kemesraaan (Cinta Rayuan), berupa sikap dan kebiasaan yang timbul akibat rasa rindu sehingga mengakibatkan
seseirang ingin dikasihi.
3 Tingkatan cinta
Tingkat tinggi : Allah dan Rasulnya
Tingkat menengah : Orang tua,anak,saudara,istri/suami,dan kerabat
Tingkat rendah : Keluarga,kerabat,harta,tempat tinggal
Cinta tingkat rendah adalah cinta yang paling keji,hina. Contohnya:
Cinta kepada thaqut (syetan)
Cinta berdasarkan hawa nafsu
Cinta lebih mengutamakan kecintaan kepada orang tua,anak,istri,perniagaan,dantempat tinggal
Beberapa hikama cinta, diantaranya ialah
Cinta sebagai ujian berat dan pahit dalam kehidupan manusia
Pendorong dan pembangkit terbesar di dalam melestarikan lingkungan.
Faktor utama dalam kelanjutan hidup manusia
Merupakan pengikat yang palling kuat di dalam hubungan

Cinta Menurut Ajaran Agama
Cinta Diri (Qs. Al. Adiyat,100:8, Qs. Fushilat, 41:49), menjaga diri serta mengembangkan potensi dalam dirinya untuk menuju kesuksesan atau kesenangan
Cinta kepada sesama manusia, sikap membatasi rasa cinta terhadap diri sendiri 9egoisme) dan mulai memperhatikan kehidupan sekitar atau lingkungannya.
Cinta seksual, dorongan seksual dan hal faktor primer dalam kelangsungan hidup manusia untuk berkembang biak melalui hubungan suami istri
Cinta kebapakan, dorongan cinta dalam keluarga seperti antara ayah dan anak
Cinta kepada Allah, Puncak cinta manusia, yaitu kepada sang pencipta
Cinta kepada rasul, cinta pada tingkat kedua setelah Allah SWT.

Kasih Sayang
Pemberian kasih sayang dapat dibedakan berdasarkan hal – hal berikut :
a. Orang tua bersifat aktif,si anak bersifat pasif
b. Orang tua bersifat pasif,si anak bersifat aktif
c. Orang tua bersifat aktif si anak bersifat aktif
d. Orang tua bersifat pasif si anak bersifat pasif

Kemesraan
Hubungan yang akrab antara pria dan wanita yang sedang di mabuk asmara maupun yang sudah berumah tangga.
Kemesraan dapat meninbulkan daya kreativitas manusia.dengan kemesraan orang dapat menciptakan berbagai bentuk seni sesuai dengan kemampuan bakatnya.

Pemujaan
Manifestasi cinta manusia kepada Tuhan Yang maha Esa yang di wujudkan dalam bentuk komunikasi ritual.
Tuhan adalah sang pencipta, tetapi tuhan dapat menghancurkan segalanya jika manusia mengabaikannya.

Belas Kasihan
Istilah belas kasihan untuk membedakan cinta kepada orang tua, sesama, dan kepada Tuhan YME
Dalam kehidupan sehari – hari, banyak sekali hal yang dapat kita lakukan untuk menunjukan sikap belas kasihan seperti pada yatim, piatu dsb. Dan semuanya tergantung pada situasi dan kondisi.


Cinta kasih Erotis
Merupakan atraksi individual belaka maupun pandangan bahwa cinta kasih erotis itu tidak lain dari pada perbuatan kemauan keduanya, dan bersifat sementara
Meupakan salahsatu faktor yang diakibatkan dari rasa saling memiliki dan untuk mengatasi keterpisahan antara 2 individu berupa kesamaan minat terhadap sekitar serta mnghindarkan dari rasa keterpisahan

IBD bab 3

BAB III
KONSEPSI IBD DALAM KESUSASTRAAN

Pendekatan Kesusastraan
IBD berasal atau bermula dari basic humanities yang di ambil dari bahasa Inggris “the humanities” yang berarti manusiasi, berbudaya dan halus.
Seni termasuk sastra yang penting dalam the humanities, karena seni merupakan ekspresi nilai-nilai kemanusiaan yang normatif, dan bukannya formulasi nilai-nilai kemanusiaan
Sastra mempunyai peranan penting, karena sastra mempergunakan bahasa. Sehingga mudah berkomunikasi (penjabaran abstraksi)

IBD yang dihubungkan dengan Prosa
Prosa/narrative fiction/prose fiction/fiction ialah crita rekaan yang membentuk cerita dimana terdapat pemeran, peristiwa dan alur yang dihasilkan oleh sebuah imajinasi.
Prosa terbagi menjadi 2 yaitu prose lama dan prosa baru.
Prosa lama Prosa baru
Dongeng Cerpen (Cerita Pendek)
Hikayat roman/novel
Sejarah Boigrafi
epos Kisah
Cerita Pelipur lara Otobiografi

Nilai – Nilai Dalam Prosa
Prosa mempunyai nilai-nilai yang diperoleh pembaca lewat sastra. Yang diantaranya ialah:
1.Prosa fiksi memberikan kesenangan
Pembaca dapat mengalami kejadian dengan imajinasi sehingga tau tempat kejadian
2. Prosa fiksi memberikan informasi
memberikan sejenis informasi yang tidak terdapat di dalam ensiklopedi.
3. Prosa fiksi memberikan warisan kultural
Memberikan warisan yang tiada henti bagi budaya bangsa
4. Prosa memberikan keseimbangan wawasan
Menilai kehidupan berdasarkan pengalaman-pengalaman yang terjadi di masyarakat dengan banyak individu
Kaya sastra terbagi menjadi 2 yaitu:
1. Karya sastra yang menyuarakan aspirasi jamannya, sehigga pembaca mengerti nkeadaan jamannya pada saat itu
2. Karya sastra yang menyuarakan gejolak jamannya, lebih mengajak pembaca untuk merenung
IBD yang Dihubungkan dengan Puisi
Puisi merupakan media dan sumber belajar yang sesuai dengan tema-tema atau pokok bahasan yang terdapat di dalam buku Ilmu Budaya Dasar.
Sebuah puisi yang memiliki nilai Kepuitisan, keartistikan atau keestetikaan bahasa puisi dibangun menggunakan:
1. Figura bahasa (figurative language)
Gaya bahasa yang digunakan dalam penuisan puisi
2. Kata-kata ambiquitas (makna ganda) sehingga puisi mengandung banyak makna
3. Kata-kata yang berjiwa
Penggunaan ilustrasi berupa suasana sehingga puisi dirasa hidup
4. Kata-kata konotatif, penambahan nilai rasa dan asosiasi pada pusi
Alasan-alasan yang mendasari penyajian puisi pada perkuliahan IBD
1. Hubungan puisi dengan pengalaman hidup manusia, digunakan sebagai pengingat, pengalaman hidup
2. Puisi dan keinsyafan/ kesadaran individual, menjelaskan pengalaman-pengalaman orang dalam puisi
3. Puisi dan keinsyafan sosial, memiliki kesadaran tentang peranan manusia sebagai makhluk sosial
Puisi merupakan sesuatu yang hidup dalam alam metafisis, suatu impian yang berkepribadian sehingga sukar dihayati isinya.

IBD bab 2

BAB II

MANUSIA DAN KEBUDAYAAN

Manusia

Manusia memegang peranan penting dalam kehidupan jika dilihat dari beberapa pandangan.

Pandangan tentang unsur-unsur yang membangun manusia

a. Jasad : Struktur kasar manusia yang dapat dilihat diraba serta menempati ruang dan waktu.
b. Hayat : Unsur hidup manusia yang ditandai dengan adanya gerka ataupun aktifitas.
c. Ruh : Merupakan suatu unsur yang bersifat spiritual dan berhubungan langsung dengan Tuhan.
d. Nafs : Dalam pengertian diri / keakuan, ialah kesadaran/akal tentang diri sendiri

Sebagai suatu kepribadian, manusia mengandung tiga unsur yaitu:

a. ID : Struktur kepribadian yang paling dasar. Id berkaitan dengan insting dan dunia luar.
b. EGO : Struktur kepribadian yang pertama kali dibedakan dengan ID, sering disebut kepribadian “eksekutif”
c. SUPER EGO: Struktur kepribadian terakhir yang muncul pada usia sekitar 5 Tahun dan terbentuk dari lingkungn eksternal.

Hakekat Manusia

Makhluk ciptaan tuhan yang terdiri atas unsur tubuh dan jiwa yang menjadikan suatu kesatuan yang utuh.

Makhluk paling sempurna dibandingkan dengan makhluk lainnya karena memiliki perasaan intelektual, estetis, etis, perasaan diri, sosial dan religius.

Manusia sebagai makhluk hayati dan budayawi

Makhluk yang terkait dengan lingkungan serta memilikikualitas dan martabak karena mampu bekerja dan berkarya.

Pengertian Kebudayaan

E.B Taylor : Kompleks yang mencakup pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat
istiadat dan kemampuan lain serta kebiasaan-kebiasaan yang didapatkan oleh
manusia sebagai anggota masyarakat.

Selo Sumarjan & Soelaeman Soemardi : semua hasil karya, rasa dan cipta masyarakat.

Sutan Takdir Alisyahbana : Manifestasi dari cara berfikir

Koentjaraningrat : Keseluruhan gagasan dan karya manusia yang harus dibiasakan dengan belajar
beserta keseluuhan dari hasil budi pekertinya

A.L Krober & C. Kluckhon : Manifestasi atau penjelmaan kerja jiwa manusia dalam arti seluas luasnya.

C.A Van Peursen : Manifestasi kehidupan setiap orang, dan kehidupan setiap kelompok orang-orang, berlainan dengan hewan-hewan, maka manusia tidak hidup begitu saja di tengah alam, melainkan selalu mengubah alam.

Unsur-Unsur Kebudayaan

C. Kluckhohn “Universal Categories of Culture” ada 7 unsur kebudayaan univresal:

a. Sistem Religi (Kepercayaan), Merpakan produk manusia sebagai makhluk religius

b. Sistem Organisasi Kemasyarakatan, merupakan unsur-unsur manusia yang tercipta sebagai makhluk sosial.

a. Sistem Pengetahuan, Merupakan produk manusia sebagai makhluk sapiens, yang berasal dari pemikiran sendiri.

b. Sistem Mata Pencaharian Hidup serta Sistem-sistem Ekonomi, Produk manusia sebagai makhluk economicus.

c. Sistem Teknologi dan Peralatan, Merupakan produk dari manusia sebagai makhluk faber yang bersumber dari pemikiran cerdas.

d. Bahasa, Merupakan produk dari manusia sebagai makhluk longuens yang mulanya terbentuk dari bentuk tanda (kode) yang kemudian disempurnakn menjadi bahasa lisan.

e. Kesenian, Merupakan produk dari manusia sebagai makhluk aesteticus.

Wujud Kebudayaan

Kompleks gagasan, konsep dan pikiran manusia : bersifat sistem budaya dan bersifat abstrak.

Kompleks Aktifitas : Merupakan interaksi antar manusia yang bersifat konkret dan dapat diamati. Disebut juga sistem sosial

Wujud Sebagai Benda : Interaksi manusia yang tidak terlepas dari penggunaan peralatan sebagai hasil karya manusia dalam mencapai tujuan.

Orientasi Nilai Budaya

Hakekat Manusia : Hakekt hidup untuk setiap kebudayaan secara ekstrim

Hakekat Karya Manusia : Perbedaan kebudayaan pada diri manusia,

Hakekat Waktu Manusia : Hakekat terhadap kebudayaan manusia yang terdiri atas masa lalu dan masa kini

Hakekat Alam Manusia : Pemikiran tentang manuisa yang harus mengeksplorasi ataupun menyatu dengan alam

Hakekat Hubungan Manusia : Mementingkan hubungan manusia secara vertikal dan horisontal

Perubahan Kebudayaan

Terjadinya gerka perubahan kebudayaan disebabkan oleh :

a. Perubahan jumlah penduduk
b. Perubahan lingkungan hidup

Faktor yang Mempengaruhi Diterima atau Tidak Unsur Kebudayaan Baru

a. Terbatasnya masyarakat memiliki hubugan atau kontak
b. Pandangan hidup dan nilai-nilai yang dominan
c. Corak struktur sosial yang menentukan proses penerimaan kebudayaan baru
d. Sebelumnya sudah ada unsur-unsur kebudayaan yang menjadi landasan
e. Dapat dengan mudah dibuktikan kegunaannya oleh warga masyarakat

Kaitan Manusia dan Kebudayaan

perilaku kebudayaan dan kebudayaan merupakan obyek yang dilaksanakan manusia dari sisi lain hubungan antara manusia dan kebudayaan ini dapat dipandang setara dengan hubungan antara manusia dan masyarakat dinyatakan sebagai dialektis.

Proses dialektis tercipta melalui tiga tahap :

Eksternalisasi : Proses dimana manusia mengekspresikan dirinya
Obyektivitas : Proses dimana masyarakat menjadi realitas obyektif
Internalisasi : Proses dimana masyarakat kembali dipelajari manusia